Pengajaran Bahasa Arab Menyongsong Era Kecerdasan Buatan

Padangsidimpuan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menggelar kegiatan akademik bertajuk “Menembus Batas Tradisi: Transformasi Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Di Era Artificial Intelligence (AI)”, Kamis (18/06) kemarin.

Kegiatan berlangsung secara hibrid, berpusat di Aula FTIK UIN Syahada dengan penyampaian materi utama dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Ahmad Makki, S.Hum, M.Pd., serta dihadiri Dr. Hamka, M.Hum., Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Idam Kholid Nasution, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.

Acara dipandu oleh Yurida Suciana sebagai moderator dan diikuti oleh sejumlah dosen serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.

Dalam sambutannya, Dr. Hamka menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat strategis. “Pengajaran Bahasa Arab memiliki akar tradisi yang kuat, namun kita tidak boleh menutup diri dari kemajuan zaman. AI hadir untuk membantu kita menyederhanakan proses, memperluas akses materi, dan menjadikan pembelajaran lebih dinamis tanpa menghilangkan kedalaman ilmu yang menjadi ciri khas pendidikan Islam kita,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata agar FTIK terus melahirkan pendidik dan lulusan yang unggul dan melek teknologi.

Sementara itu, Idam Kholid Nasution, M.Pd., menambahkan bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Arab terus berkomitmen memperbarui metode pembelajaran. “Kami menyadari tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini berbeda dengan masa lalu. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali dosen dan mahasiswa dengan keterampilan baru agar penguasaan Bahasa Arab tidak hanya tercapai secara teori, tetapi juga mampu diterapkan secara praktis dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pendidikan masa kini,” tegasnya.

Dalam sambutan pembuka selanjutnya, Ahmad Makki menegaskan pentingnya penyesuaian metode pengajaran agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Pengajaran Bahasa Arab tidak boleh terjebak pada pola lama yang kaku. Kita harus berani bertransformasi agar lulusan mampu bersaing dan menguasai teknologi pendukung pembelajaran,” ujarnya.

Sesi pemaparan materi berlangsung secara interaktif. Narasumber memperkenalkan sejumlah platform kecerdasan buatan khusus yang terbukti mendukung pembelajaran Bahasa Arab, antara lain Sahehly untuk pemeriksaan tata bahasa, ejaan, dan pemberian harakat secara akurat, serta Qalam AI untuk analisis struktur kalimat dan pembelajaran tata bahasa kontekstual.

Selain itu, peserta juga diajak melihat integrasi alat bantu lain seperti GPT untuk menyusun draf bahan ajar dan teks latihan, Canva untuk membuat media pembelajaran visual yang menarik, serta Suno AI yang mampu menghasilkan konten audio dan lagu berbahasa Arab guna meningkatkan keterampilan mendengar dan kosa kata secara lebih menyenangkan.

Setelah sesi penyampaian materi, berlangsung diskusi dan tanya jawab yang dipandu moderator. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait efektivitas penerapan teknologi tersebut di kelas serta tantangan yang mungkin dihadapi.

Acara ditutup dengan pembagian sertifikat bagi seluruh peserta dan kesempatan membangun jejaring antar peserta serta narasumber.

Dr. Hamka dalam penutupannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi awal perubahan nyata di lingkungan Prodi Pendidikan Bahasa Arab. “Teknologi adalah alat, bukan pengganti peran pendidik. Dengan memanfaatkannya secara bijak, kita bisa menjadikan pembelajaran Bahasa Arab lebih efektif, menarik, dan tetap menjaga nilai-nilai keilmuan serta keagamaan yang menjadi identitas kampus kita,” pungkasnya.