Hadapi Generasi Alpha: Prodi PIAUD FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan Gelar Seminar Nasional
Padangsidimpuan, 23 Juni 2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melalui Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menggelar Seminar Nasional secara hibrid.
Kegiatan berpusat di Aula Gedung Terpadu kampus UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan pada hari ini, dengan mengusung tema “Menjadi Pendidik Bagi Generasi Alpha: Menciptakan Ekosistem Belajar yang Responsif di Era Digital”.
Seminar menghadirkan (daring) narasumber utama Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd., serta dihadiri secara daring melalui Zoom Cloud Meetings oleh Dekan FTIK Dr. Hamka, M.Hum. Turut hadir secara langsung Ketua Program Studi PIAUD Sakinah Siregar, M.Pd., didampingi dosen dan mahasiswa PIAUD, sementara Fika Wulandari bertindak sebagai moderator.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Dekan FTIK Dr. Hamka, M.Hum. menyatakan:
“Generasi Alpha tumbuh bersama teknologi sejak dini, sehingga tantangan pendidik semakin kompleks. Seminar ini menjadi ruang penting agar kita tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai Islam, ” ungkap Dr. Hamka, M. Hum.
“Tujuannya jelas agar teknologi menjadi sarana yang mendukung pembentukan akhlak dan kecerdasan anak, bukan justru menjauhkan mereka dari ajaran agama, ” lanjut Beliau.
Selanjutnya materi yang begitu menarik ini disampaikan Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd. menjelaskan bahwa karakteristik Generasi Alpha sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.
Mereka terbiasa dengan informasi yang cepat dan visual, sehingga pendidik dituntut mampu merancang lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan tetap menarik.
“Teknologi bukanlah musuh, melainkan alat. Jika dimanfaatkan dengan bijak dan terintegrasi dengan nilai-nilai pendidikan Islam, maka proses belajar akan lebih efektif dan bermakna. Kita harus membangun ekosistem yang responsif, di mana sekolah, keluarga, dan masyarakat saling bersinergi,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, memadukan pemaparan materi dan sesi tanya jawab.
Diharapkan melalui seminar ini, para pendidik dan calon pendidik memiliki bekal kompetensi untuk menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman sekaligus menjaga identitas keislaman anak usia dini.


