Dari Kelas ke Bumi: 7 Universitas Kolaborasi Bangun Kepedulian Lingkungan Lewat Kimia

Padangsidimpuan – Pendidikan kimia tidak lagi hanya dipelajari di dalam ruang kelas dan laboratorium, melainkan dihubungkan langsung dengan persoalan nyata lingkungan hidup.

Hal itu menjadi gagasan utama dalam Seminar Nasional Kolaborasi 7 Universitas yang digelar oleh Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Sabtu (27/6/2026).

Bertema “Dari Kelas ke Bumi: Membangun Kepedulian Lingkungan melalui Pembelajaran Kimia Berbasis Isu Sosiosaintifik”, kegiatan ini diikuti secara hibrid oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Tujuh perguruan tinggi yang terlibat adalah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Palangka Raya, Universitas Lambung Mangkurat, dan UIN Raden Fatah Palembang.

Ketua Program Studi Tadris Kimia FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Nur Azizah Putri Hasibuan, M.Pd, menyatakan seminar ini menjadi wadah penting untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Kita ingin mengubah pandangan bahwa kimia itu sulit dan jauh dari kenyataan. Melalui pendekatan isu sosiosaintifik, siswa dan mahasiswa diajak memahami konsep kimia sekaligus menganalisis dampak lingkungan, seperti pencemaran air, limbah plastik, hingga penggunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Ia menambahkan, hasil penelitian yang dipresentasikan menunjukkan pendekatan ini efektif meningkatkan literasi sains, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran bertindak menjaga lingkungan.

Sementara itu, Dekan FTIK UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum, menilai kegiatan kolaborasi antar universitas ini memiliki makna strategis.

Seminar ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, melainkan bukti nyata sinergi perguruan tinggi dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Sebagai kampus yang berbasis nilai keislaman, kami meyakini bahwa menjaga bumi adalah bagian dari amanah ilahi. Ilmu kimia menjadi sarana yang tepat untuk melatih generasi memahami, menjaga, dan memanfaatkan alam secara bijak,” tegasnya.

Dalam sesi utama, hadir sebagai pembicara kunci Prof. Dra. Sri Rahayu (Universitas Negeri Padang) dan Prof. Dr. Hj. Nurlaili, M.Pd (Universitas Mulawarman).

Materi yang disampaikan meliputi integrasi kimia hijau, etnosains, inovasi produk ramah lingkungan, hingga pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi digital.

Selain sesi pleno, kegiatan dilanjutkan dengan delapan ruang diskusi paralel yang menampung lebih dari 50 makalah penelitian.

Hasil kajian mencakup beragam inovasi, mulai dari pembuatan bahan pembersih alami, lilin aromaterapi dari limbah kulit buah, hingga pengembangan modul ajar berbasis isu lingkungan lokal.

Penyelenggara menyatakan makalah-makalah terpilih akan diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi Sinta guna memperluas manfaatnya bagi dunia pendidikan.