Seminar Nasional DEMA FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan: Dorong Kolaborasi Strategis Untuk Lahirkan Lahirkan Pendidikan Berkualitas Melalui Kepemimpinan Daerah Yang Visioner

Padangsidimpuan – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syahada Padangsidimpuan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Membangun Pendidikan Berkualitas Melalui Kepemimpinan Daerah Yang Visioner”. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, jajaran pimpinan fakultas, narasumber dari unsur pemerintah daerah dan akademisi, serta ratusan mahasiswa yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara.
Ketua Panitia Pelaksana, Fahmi Fachrul Rozi, menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor beserta seluruh unsur pimpinan universitas, juga kepada Dekan beserta jajaran pimpinan dan staf di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syahada Padangsidimpuan atas dukungan, arahan, dan kemudahan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama memberikan pemahaman dan wawasan kepada para mahasiswa, bahwa kemajuan dan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan yang disusun dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, kerja sama yang erat dan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kebutuhan mutlak yang harus diwujudkan.
Dalam sambutannya, Ketua DEMA FTIK, Azhar Arif Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus lembaga kemahasiswaan di lingkungan fakultas yang telah memberikan dukungan penuh demi kelancaran acara.
“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan sebuah bangsa. Namun, fondasi ini tidak akan kuat dan berkembang baik tanpa dukungan dari pemimpin daerah yang memiliki visi yang jelas dan jauh ke depan. Dalam seminar ini, kita akan membahas berbagai persoalan penting yang berkaitan dengan hal tersebut. Kita juga berkesempatan mendapatkan penjelasan dan pandangan langsung dari narasumber yang kompeten, yaitu perwakilan Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, serta para dosen dan akademisi dari lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan. Semoga acara ini memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi kita semua,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutan yang disampaikan oleh perwakilan Senat Mahasiswa FTIK, Wakil Ketua SEMA, Husnul Daulay, menyampaikan harapan besar. “Ilmu dan pengalaman yang dibagikan oleh para narasumber diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi kami para mahasiswa untuk kelak mampu meneruskan tanggung jawab kepemimpinan dengan baik. Kami juga berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga apa yang didapat nantinya dapat membawa perubahan positif, baik bagi diri kita sendiri, lingkungan kampus, maupun bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik yang mewakili Dekan FTIK, Dr. H. Akhiril Pane, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menggelar kegiatan yang sarat manfaat ini. Hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang turut menjadi narasumber utama.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada adik-adik mahasiswa yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara yang sangat relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini. Salah satu langkah nyata yang sedang disiapkan oleh fakultas sebagai wujud nyata perubahan dan kemajuan adalah pembangunan Kampung Inggris dan Kampung Arab yang berlokasi di Lingkungan IV Kelurahan Sihitang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun kerja sama dan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan di daerah kita,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kualitas pendidikan yang baik tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan dihasilkan melalui kepemimpinan daerah yang memiliki visi dan kemauan untuk bekerja sama. “Kota Padangsidimpuan memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang menjadi kota pendidikan yang terkenal, sedangkan Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki kekayaan alam, budaya, dan pariwisata yang luar biasa. Menggabungkan kedua potensi ini bukan sekadar gagasan, melainkan kebutuhan strategis untuk menciptakan sistem pendidikan yang kuat, mampu bersaing, dan tetap memelihara nilai-nilai kearifan lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Inggris dan Kampung Arab yang telah dipersiapkan dengan matang ini membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, baik dalam hal pengaturan hukum, promosi, maupun penyediaan sarana pendukung. “Kita dapat mencontoh keberhasilan kerja sama antara Kota Batu dan Kota Malang yang membentuk kawasan Malang Raya sebagai pusat pendidikan dan pariwisata yang saling menguatkan. Pola ini sangat cocok diterapkan sesuai dengan potensi yang kita miliki saat ini,”
Melalui kerja sama yang terencana dengan baik, tidak hanya akan tercipta pusat pendidikan yang unggul, tetapi juga akan membuka peluang kemajuan dalam bidang budaya dan perekonomian masyarakat. “Sinergi seperti ini akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter kuat, dan mampu menjadi penggerak kemajuan daerah. Mari kita wujudkan cita-cita besar ini dengan kerja sama, komitmen, dan langkah nyata demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya. (srg)


