Transformasi Pembelajaran Biologi: UIN Syahada Padangsidimpuan Hadirkan Konsep Deep Learning Berbasis AI

Padangsidimpuan, Menjawab tantangan transformasi pendidikan di era digital, Program Studi Tadris Biologi FTIK UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menggelar Seminar Nasional bertema “Transformasi Pembelajaran Biologi Berbasis AI dan Deep Learning untuk Meningkatkan Literasi Sains di Era Digital”.

Kegiatan dilaksanakan tanggal 4 Juni 2026 lalu secara hibrid di Aula Gedung Terpadu kampus setempat, dengan narasumber utama hadir secara daring melalui Zoom Cloud Meetings.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Kependidikan (FTIK) UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pembaruan pendekatan pembelajaran agar tidak tertinggal arus perubahan zaman.

Pembelajaran yang hanya berpusat pada penguasaan hafalan tidak lagi cukup. Kita butuh model yang membentuk cara berpikir, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Materi inti disampaikan oleh pakar pendidikan biologi dan inovasi pembelajaran, Prof. Dr. Paidi, M.Si., Guru Besar FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta yang memiliki rekam jejak luas dalam pengembangan model pembelajaran mendalam dan pemanfaatan teknologi pendidikan.

Dalam paparan interaktifnya, Prof. Paidi menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning bukan sekadar istilah teknologi, melainkan pendekatan yang menciptakan suasana belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful) melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, serta olah raga secara terpadu.

Dipadukan dengan kecerdasan buatan atau AI, pendekatan ini mampu mengubah materi biologi yang abstrak menjadi nyata, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. AI berperan sebagai katalisator mulai dari visualisasi proses biologis, analisis data lingkungan, hingga menyusun asesmen yang adaptif sesuai kecepatan belajar setiap peserta didik,” tegas Prof. Paidi.

Ia juga memperkenalkan model pembelajaran INSPIRE, PBL, dan PjBL yang terbukti efektif meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan penguasaan konsep secara signifikan.

Ketua Program Studi Tadris Biologi (TBIO) UIN Syahada Padangsidimpuan, Wilda Rizkiyahnur Nasution, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat mutu pembelajaran di lingkungan kampus.

Mahasiswa dan dosen kami butuh panduan praktis, bukan hanya teori. Hari ini mereka belajar bagaimana menerapkan AI langsung dalam menyusun bahan ajar, media pembelajaran, hingga instrumen penilaian yang mendukung terbentuknya literasi sains yang utuh,” katanya.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung hidup dipandu oleh Fery Kurniawan, M.Si., yang mengarahkan peserta; terdiri dari dosen dan mahasiswa TBIO untuk menggali tantangan penerapan di lapangan serta solusi yang realistis.

Sebagai penutup, panitia memberikan manfaat berupa sertifikat keikutsertaan serta ruang bagi peserta untuk membangun jejaring profesional yang dapat menjadi wadah kolaborasi ke depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN Syahada Padangsidimpuan menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya memahami ilmu biologi, tetapi juga menguasai keterampilan abad ke-21: berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.